Secara interface, sebenarnya OS10 jauuuh lebih nyaman dibanding dengan Android. Pengoperasian yang lebih banyak menggunakan swype layar benar2 memanjakan pengguna.
Sayangnya karena kalah secara pasar yang disebabkan telatnya BlackBerry masuk pasar full touch smartphone akhirnya ekosistem aplikasinya menjadi minim dan pengguna pun enggan menggunakan BlackBerry.

Lebih disayangkan lagi, BlackBerry pun akhirnya menyerah kepada Android. Dan dari strategi hingga saat ini terlihat jelas BlackBerry lebih memilih fokus ke perangkat berbasis Android ketimbang memilih berjalan beriringan dengan OS yang mereka miliki sendiri.

Dari sisi bisnis memang lebih mudah dimaklumi seperti itu, mereka tidak perlu dipusingkan dengan pengembangan aplikasi. Namun, hal tersebut menjadikan penggemar setia menjadi korban.

Mereka yang memilih bertahan dengan perangkat berbasis OS10 lebih banyak disebabkan oleh nyamannya interface. Namun bila ekosistem untuk OS10 semakin meyusut dan kalah dengan tunrutan perubahan zaman, mau tak mau para pengguna akan beralih ke perangkat berOS lain.

Rekomendasi apa yang patut diberikan kepada BlackBerry? Mereka bukan orang yang tak tahu pasar. Setidaknya kalau ada masukan, bangun perangkat BlackBerry berOS Android dengan kemudahan interface seperti OS10.

Untuk OS10nya perlu penyegaran tampilan saja.

Advertisements