Lanjutin artikel tentang reformasi yang berhasil dilakukan oleh PT KAI. Kali ini akan bahas tentang tata kelola stasiun. 

Sebelum reform, kesemrawutan merupakan hal yang akan mudah kita jumpai di stasiun. Area peron saat itu masih difungsikan untuk tempat berdagang kios2. Selain itu lalu lalang pedagang asongan juga merupakan hal yang sering terlihat di peron stasiun. Kesemerawutan itu juga ditambah dengan tidak adanya pembatasan dan penjadwalan orang yang akan naik kereta, bahkan saat itu PT KAI juga menjual karcis peron yang memungkinkan pengantar untuk mengantar penumpang sampai dalam gerbong. 

Bagaimana sekarang? Lihatlah betapa rapi dan tertibnya. Tak ada lagi asongan dan kios di peron. Tak ada lagi pengantar yang masuk ke dalam. 

Sisi minus saat ini adalah berhasilnya reform PT KAI ini masih belum diimbangi dengan kesadaran masyarakat (penumpang). Masih banyak orang yang menyerobot antrian saat mau boarding ke dalam kereta. 

Semoga ke depannya masyarakat Indonesia menjadi lebih baik dalam hal kesadaran di tempat umum. 

Advertisements