Malang tak dapat ditolak, untuk tak dapat diraih

Perjalanan ke puncak pada minggu ini menyisakan bekas yang sulit hilang. Dalam perjalanan tersebut, motor NMax saya terlibat sebuah kecelakaan. Tertabrak dari belakang oleh sebuah sepeda motor. 

Kejadian tersebut terjadi di kawasan Puncak Pass Bogor. Pada saat saya mau mendahului sebuah bis dari arah kanan, tiba2 dari arah depan terdapat bis juga dengan posisi yang agak ke kanan. Bila saya paksakan, dalam perhitungan saya,  tidak akan memiliki ruang yang cukup untuk menyalip. Oleh karena itu saya putuskan mengurangi kecepatan dengan sedikit mengerem untuk membiarkan bis yang tadinya akan saya dahului lewat sehingga saya bisa kembali ke jalur. Namun dengan tiba2 BRAKKKKK…!!!! Aduh, motor tertabrak dari belakang. Sejenak saya lihat di spion terdapat motor terjatuh.  Dalam suasan yang masih shock, saya berusaha untuk terus memenangkan diri. 

Singkatnya, setelah semua korban dipinggirkan serta kendaraan diamankan ke tepi jalan, saya hampiri si penabrak. Saya tanya keadaan dia dan anak isterinya yang terjatuh. Alhamdulilah, anak isterinya aman. Si pengendara saja yang mengalami luka lecet. Saya perhatikan motor dia, hancur…, piringan remnya pun bengkok. Artinya, dia takkan bisa melanjutkan perjalanan. Alhamdulilah kami bisa ngobrol dengan suasana kekeluargaan. Sia menyadari kesalahan dia. Saya pun juga tidak mau menyalahkan dia. 

Masalah selesai, tak ada tuntut-menuntut. Saya pun memberikan kepada dia sekadar untuk memperbaiki kendaraan dia. Karena kalau melihat kerusakannya, dia akan butuh dana yang cukup besar. 

Advertisements